GO to merbabu

GO to merbabu

Jum’at 10 April 2009,pukul 16.00 sudah kulangkahkan kaki ku menuju sebuah gubuk tua yang dipenuhi stiker-stiker bukti eksistensi suatu komunitas,disana aku merasa asing tapi tidak sendiri,bersama 3 orang teman yang sudah berpengalaman, aku memulai kegiatan yang kuberi nama “petualangan si Diwa”,,,Setelah merebahkan diri serendah-rendahnya di sehelai karpet hijau penuh debu,,aku beranikan diri mengucap niat :

“Yaa ALLAH,jadikan ini sebagai petualanganku yang mengingatkan ku akan kebesaranMU”

Kupersiapkan semua perlengkapanku,tak ingin ada yang tertinggal selain asa untuk dapat menginjak kembali tanah yang sama dan bertemu orang-orang yang kusayang.Kuhirup udara dingin mencubit sum-sum memaksa diriku bertransformasi. Rumput liar,pasir,batu kali,derik serangga mengantarku menuju titik kulminasi dari daratan ini. One Step make Different,,,untaian kata itu selalu aku padatkan dalam otakku agar aku mampu melangkah,mendobrak semua batasan,membuat semua ini menjadi mungkin. Pelan dan pasti jarak itu semakin melebar membuat kesenjangan antara bumi dan langit semakin besar. Tapi semua upaya dan tenaga ku pun telah menguap drastis,,yang ada hanya lelah yang bertumpuk kantuk.
Haduh cape pake bahasa gini,,, Pokoknya pas kemaren ke Gunung Merbabu (Salatiga),saya bisa menanalogikan perjalanan gunung dengan realita kehidupan,ada juga yang berhubungan dengan mata kuliah yang pernah saya ambil. Ketika saya naek gunung, saya harus mempersiapkan semua perlengkapan untuk pendakian,berkemah,logistik ataupun kalau ada kemungkinan terburuk yakni kecelakaan. Begitu juga dengan realita yang ada,kita harus membawa bekal untuk bisa survive; pengalaman,pelatihan,pemahaman salah tiga diantaranya. Lalu ketika mulai mendaki saya pasti akan merasa lelah,itu hal yang biasa dan yang kita butuhkan hanya istirahat sejenak untuk dapat melanjutkan perjalanan, Bagaimana dengan kehidupan sesungguhnya?? Bosan,capek,lelah menghadapi masalah yang terkadang datang bertubi-tubi itu sudah menjadi menu makanan utama,oleh karena itu kita harus istirahat sejenak dengan memberikan waktu kita untuk dapat bersandar pada Sang Kholiq,merebahkan semua masalah yang ada,dan yakinlah semua pasti ada jalannya. Pendakian selalu melewati tanjakan dan turunan,hidup kadang di atas kadang dibawah,dan ketika kita telah mencapai puncak apakah saya senang?? untuk sesaat iya,tapi setelah itu saya baru sadar bahwa ada puncak-puncak yang lebih tinggi dari puncak yang saya daki,dan ketika ingin mendaki puncak yang lain saya baru tahu saya harus menuruni puncak ini terlebih dahulu dan memulai dari awal pendakian lagi. dari sini saya bisa bandingkan bahwa kesuksesan itu bersifat relatif dan tidak akan pernah selalu absolut,selalu ada yang jauh lebih tinggi yang ingin dicapai,ingin dimenangkan,ingin diperjuangkan. Tak pernah ada menyesal ketika kaki ini terasa mau patah,karena memang begitulah perjuangan ada hal yang harus dikorbankan untuk melihat keindahan. Saya PASTI bisa mendaki Puncak yang lain. amin

IMPOSSIBLE IS NOTHING
Diwa Saad

6 Responses to “Petualangan si Diwa (part 1)”

  1. fathonirizky Says:

    bolang…

  2. hanihanihani Says:

    sungguh indah pemandangan gunung merbabu yang terekam di fotonya, yang aslinya pasti jauh lebih indah lagi yaa…

    namun sayang seribu sayang, keindahan foto tersebut ternodai oleh seorang anak adam yang penuh dosa yang mencoba membandingkan keindahan alam ciptaan Tuhan dengan dirinya yang hina dina, tidak tau malu..!!!… :P

    hehehehehehe…
    just kidding wa’…great photo….love it…

    • deeisnumberone Says:

      sungguh keindahan itu tampak pada apa yang terlihat dari hati,mata,dan layar monitor anda,,,hahaha

  3. sistrerehere Says:

    wakakawkwkakwka,,,
    baiKLah wa,,,
    so faR foto km Lucu
    backgroundyah ijO2 gt deh,,,
    tP quw curiga jgN2 thU hanya hasiL edit photoshoP??
    wkwkwkwkwk (^^)V

    • deeisnumberone Says:

      haduh re,,,yang buat fotonya lucu memang subjek yang ada didalam foto tersebut,,(narsis Mode : ON),,,
      jadi walaupun diedit sedikit tetap saja yang penting subjek nya,,haha
      karena “masterpiece” sesungguhnya adalah,,,Manusia

  4. Wiwik Says:

    wew…keren fotonya…
    merbabu memang indaaaah….
    salam kenal ya ^_^
    salam lestariiiii


Leave a Reply