Seperti di nina bobokkan dalam dekapan sang masalah,,, Dipeluk hangat uraian musibah,,,bangsa ini sedang terlena tapi tak sempat bermimpi basah,,, Terlalu lama hanya diam dan menikmati semua penderitaan,,,hingga sudah lupa bahwa bangsa ini pernah berdiri angkuh membusungkan dada,,,

Ayo bangun bangsa ku ini bukan jalan mu,,, rebut kembali rasa hormat mu,,  jangan bercermin dari bangsa lain,,karena kita beda,,Berdirilah diatas kaki mu,,atas keinginan mu,,dan restu Yang MAha Kuasa tentunya,,,

Jangan Malu atas keterpurukan saat ini kalo kita bisa berdiri jauh lebih tegak nantinya,,,

Like Muhammad

Mei 28, 2008

Seorang pria remaja bertanya kepada kepada ibunya

Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati

Sang Ibu Tersenyum dan menjawab

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar

Tetapi dari kasih sayangnya pada orang sekitarnya

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang

Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya

Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerjanya

Tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan

Tetapi dari sikap bijaknya memahami dan menyelesaikan persoalan

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang

Tetapi dari hati di balik dada itu

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja

Tetapi dari komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya amanah yang dibebankan

Tetapi dari tabahnya dia menjalani lika-liku kehidupan

Ikhwan sejati bukanlah dinilai dari kerasnya dia membaca Al-Qur’an

Tetapi dari kekonsistenannya menjalankan apa yang dia baca

setelah itu dia kembali bertanya

Siapakah yang dapat memenuhi criteria itu, Ibu?”

Kemudian sang ibu memberinya sebuah buku,,dan berkata

Pelajari tentang Dia”

Ia pun mengambil buku itu

MUHAMMAD” judul yang tertulis di buku itu

Konsistensi itu mahal

Mei 28, 2008

Dia Malaikat yang memilih melepas sayap putih emasnya demi turun kebumi,,,mencari hal fana yang sebenarnya takkan pernah ada dihati,,melupakan betapa nikmatnya surga hanya untuk menghirup asap neraka,,perlahan semua aura kosmik itu pun luntur seiring hasratnya yang dia biarkan tumpah membasahi tempat dia berpijak,,,kakinya dia biarkan lemah menggoyah konsistensi yang selama ini dia jaga,, Dia berani menantang Tuhannya atas penciptaan dirinya,,,Dia merasa mampu berdiri tegar diatas alas yang rapuh,,,,

Konsistensi,,, sebuah kata tegas yang mengandung makna layaknya status “QUO”,,TAK BOLEH BERUBAH,, Walau semua disekelilingnya telah berubah dan berganti,,, dan itu butuh kerja keras dan mahal harganya,,,